Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Aceh dan Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia, menandatangani Letter of Intent (LoI) sebagai langkah awal membangun kerja sama dan kolaborasi dalam bidang pendidikan dan pengembangan akademik pada Kamis, 01 Oktober 2026.
Penandatanganan LoI ini mempertemukan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) dengan Faculty of Islamic Contemporary Studies, Universiti Sultan Zainal Abidin.Kedua institusi menyatakan keinginan untuk menjalin pengaturan kerja sama sekaligus membangun dasar kolaborasi dalam berbagai bidang yang menjadi kepentingan bersama.
Dekan FAI Unmuha, Dr. Rosnidarwati., M.A dalam keterangannya menyampaikan bahwa kedua belak pihak menyatakan niat untuk mengeksplorasi dan mengimplementasikan sejumlah kegiatan kolaboratif.
“Ruang lingkup tersebut antara lain mencakup program pertukaran mahasiswa dan dosen untuk mendorong pembelajaran lintas budaya serta memberikan pengalaman kepada mahasiswa dan tenaga pendidik dalam lingkungan pendidikan yang beragam,” kata Rosnidarwati.
Ia mengatakan bahwa kerja sama juga diarahkan pada pengembangan kapasitas dan profesionalisme melalui penyelenggaraan workshop, seminar, dan program pelatihan bagi guru serta tenaga administrasi. Selain itu, kedua institusi mendorong berbagi pengetahuan, terutama dalam bidang studi Islam dan metodologi pendidikan kontemporer.
“Pada aspek pengembangan akademik, kolaborasi mencakup pengembangan kurikulum dan berbagi sumber daya pendidikan, termasuk upaya meningkatkan kurikulum serta mengintegrasikan teknik pembelajaran modern dengan nilai-nilai tradisional,” ujarnya.
Kerja sama tersebut juga memberikan ruang bagi program pengayaan mahasiswa, meliputi kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler, pengembangan kepemimpinan, bimbingan karier, serta keterlibatan dalam kegiatan kemasyarakatan untuk mendukung pengembangan mahasiswa secara holistik.
BACA JUGA
Sejalan dengan perkembangan teknologi pendidikan, kedua pihak juga menyatakan komitmen untuk mendukung transformasi digital dalam pendidikan, khususnya melalui pemanfaatan perangkat dan platform digital untuk menunjang proses pengajaran, pembelajaran, dan administrasi pendidikan.
Selain bidang-bidang tersebut, kerja sama dapat dikembangkan pada bidang lain yang disepakati bersama oleh kedua pihak. Dari pihak Universiti Sultan Zainal Abidin, LoI ditandatangani oleh Prof. Dr. Engku Muhammad Tajuddin bin Engku Ali, selaku Dean, Faculty of Islamic Contemporary Studies, Universiti Sultan Zainal Abidin.
Sementara dari pihak Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh, dokumen ditandatangani oleh Dr. Rosnidarwati, M.A., selaku Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh. Penandatanganan LoI ini menjadi bagian dari upaya membangun hubungan kelembagaan dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara kedua institusi.
Melalui kerja sama tersebut, berbagai kegiatan akademik dan pengembangan kapasitas diharapkan dapat dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan dan kebutuhan kedua belah pihak. Dokumen LoI juga menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk komitmen kedua pihak untuk berkolaborasi dan menjadi dasar untuk mengeksplorasi berbagai bentuk kerja sama.
Pelaksanaan kewajiban yang bersifat mengikat secara hukum akan bergantung pada adanya perjanjian formal yang mengikat yang disepakati dan ditandatangani oleh kedua pihak.
Dengan adanya LoI ini, Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh dan Universiti Sultan Zainal Abidin Malaysia membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan pendidikan, pertukaran pengetahuan, peningkatan kapasitas, serta penguatan pengalaman akademik mahasiswa dan tenaga pendidik di kedua institusi. (Humas)
Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.
Sumber asli: UNMUHA (Universitas Muhammadiyah Aceh) • Kunjungi Tautan Asli →
Komentar & Diskusi Pembaca