Silaturahim dan Koordinasi MCC–LKSA se-Eks Karesidenan Semarang (Suara ‘Aisyiyah.id)

Demak, Suara ‘Aisyiyah – Forum Silaturahim dan Koordinasi Muhammadiyah Children Center (MCC)-Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah-‘Aisyiyah se-Eks Karesidenan Semarang menggelar pertemuan pada Ahad, (27/9/2026).

Kegiatan ini bertempat di LKSA Putri ‘Aisyiyah Pucang Gading, Mranggen, Demak. Mengusung tema “Menjadikan Panti Asuhan yang Mandiri dan Berkemajuan”.

Pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahim, berbagi pengalaman, serta memperkuat koordinasi dalam pengelolaan LKSA di lingkungan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.

Keluarga besar LKSA Putri ‘Aisyiyah Pucang Gading menyambut dengan hangat para peserta. Semangat memberikan pelayanan terbaik menjadi bagian dari kebersamaan dalam kegiatan tersebut.

Hadir perwakilan dari Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Salatiga, dan Kabupaten Kendal. Turut hadir Ketua MKS PWA Jawa Tengah, Diyah Farida Zuliani serta Ketua MPKS PWM Jawa Tengah, Samsudin.

Dorong LKSA Jadi Wadah Perkaderan

Dalam sambutannya, perwakilan tuan rumah LKSA Putri ‘Aisyiyah Pucang Gading, Siti Fatmayanti, menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh utusan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam penyambutan, tempat, maupun hidangan masih terdapat kekurangan.

Ketua Forum Silaturahim dan Koordinasi MCC-LKSA, Anwar, menekankan pentingnya silaturahim dan koordinasi antarlembaga. Hal ini sebagai bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kualitas pengelolaan LKSA.

Sementara itu, Hardiwinoto, Penasehat LKSA Putri ‘Aisyiyah Pucang Gading sekaligus Ketua PRM Pucang Gading, menyampaikan bahwa pengelolaan panti harus berorientasi pada upaya terbaik dalam mengantarkan anak-anak asuh menjadi pribadi yang mandiri dan berkepribadian baik.

Menurutnya, lembaga tidak hanya bertugas memenuhi kebutuhan anak selama berada di panti, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan masa depan mereka.

“Dalam pengelolaan panti harus memperhatikan cara yang terbaik untuk mengentaskan anak bangsa agar bisa mandiri dan berkepribadian. Kita juga harus mampu melahirkan kader-kader muda yang berkualitas sehingga dapat menggantikan dan meneruskan perjuangan kita dalam pergerakan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah,” pesannya.

Selanjutnya, Ketua MKS PWA Jawa Tengah, Diyah Farida Zuliani, menyampaikan ucapan selamat atas terselenggaranya kegiatan silaturahim dan koordinasi tersebut.

Ia berharap forum ini dapat menjadi ruang untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman sehingga keberadaan MCC–LKSA semakin mampu memberikan manfaat bagi anak-anak asuh.

“Selamat bersilaturahim dan berdiskusi. Semoga hasil dari pertemuan ini dapat membawa MCC–LKSA semakin sejahtera, maju, serta mampu melahirkan kader-kader berkualitas dengan moral keagamaan yang membanggakan,” tuturnya.

Pengelolaan LKSA Harus Profesional, Transparan, dan Akuntabel

Dalam kesempatan yang sama, Ketua MPKS PWM Jawa Tengah, Samsudin, memberikan sejumlah arahan terkait pengelolaan lembaga kesejahteraan sosial anak.

Ia berpesan agar para pengelola panti tidak mudah mengeluh dan senantiasa berusaha memberikan yang terbaik bagi anak asuh, lembaga, maupun organisasi. Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain pengelolaan keuangan, transparansi, akuntabilitas, serta kelengkapan administrasi lembaga.

Menurutnya, dukungan dari para donatur akan mengikuti kebutuhan lembaga. Ketika jumlah anak asuh bertambah dan kebutuhan lembaga meningkat, pengelola perlu terus membangun kepercayaan masyarakat melalui pengelolaan yang baik.

Laporan keuangan yang transparan dan akuntabel menjadi salah satu hal penting untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga. Selain itu, seluruh administrasi pendukung juga harus dipenuhi agar LKSA memiliki legalitas dan tertib administrasi di mata pemerintah.

TOT dan Pengukuran Indeks Kinerja

Setelah rangkaian sambutan, kegiatan berlanjut dengan Training of Trainer (TOT). Pembahasan meliputi sosialisasi pengukuran IKA (Indeks Kinerja AUM Sosial) serta petunjuk pengisian Shared Final Indeks Kinerja AUMSos.

Sesi ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan pemahaman para pengelola mengenai evaluasi dan pengukuran kinerja lembaga, sehingga pengelolaan LKSA ke depan dapat dilakukan secara lebih terarah dan profesional.

Pertemuan tersebut, harapannya tidak berhenti sebagai ajang silaturahim semata. Tetapi menjadi langkah bersama untuk membangun LKSA Muhammadiyah–‘Aisyiyah yang semakin mandiri, profesional, transparan, berkemajuan, serta mampu mendidik generasi muda yang berakhlak, mandiri, dan siap meneruskan perjuangan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. (Fatmayanti)-Nely

Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.

Sumber asli: suara aisyiyah • Kunjungi Tautan Asli →

Bagikan Berita Ini:

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...