Bedah Buku Mencetak Hafiz Cilik dan Balitaku Khatam Al-Quran oleh TPQ Darussalam PCA Demak (Suara ‘Aisyiyah.id)

Demak, Suara ‘Aisyiyah – TPQ Darussalam Demak, Jawa Tengah menggelar Bedah Buku Mencetak Hafiz Cilik dan Balitaku Khatam Al-Quran pada Sabtu, (26/9/2026).

Kegiatan ini berlangsung khidmat di Ruang Kelas SMA Muhammadiyah 1 Demak. Mengangkat tema “Mengapa Anakku Belajar Al-Qur’an?”.

TPQ Darussalam yang merupakan Amal Usaha ‘Aisyiyah (AUA) Demak itu menghadirkan dua narasumber bedah buku, yakni Susi Alifah dan Ananda Isma Khafidhoh.

Ketua PCA Demak, Sri Indani, dalam sambutannya berbagi kisah menyentuh tentang perjuangan belajar Al-Qur’an. Ia juga menceritakan kedisiplinan di keluarganya, di mana sang cucu membiasakan diri menyetorkan hafalan Al-Qur’an kepada ayahnya setiap selesai salat Subuh.

Dengan meneteskan air mata, ia mengajak wali santri untuk menanamkan cahaya Al-Quran sejak usia emas (golden age). Karena ini merupakan kesempatan terbaik bagi orang tua untuk membentuk karakter anak.

Perwakilan Majelis Tabligh dan Ketarjihaan (MTK) PCA Demak, Nur Junaidah, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan bedah buku ini.

Ia mengungkapkan rasa bangganya terhadap para orang tua yang memiliki putra-putri calon hafidz Al-Qur’an. Dalam pesannya, dia mengutip hadis bahwa sebaik-baik manusia adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.

“Jangan hanya mengajarkan anak-anak kita membaca Al-Qur’an, tetapi ajarkan pula mereka untuk mencintainya. Sebab sesuatu yang dicintai akan senantiasa dicari, dijaga, dan dibawa dalam setiap langkah perjalanan hidup,” tutur Nur Junaidah.

Dia juga mengajak para wali santri yang hadir mengantar anak-anaknya untuk memanfaatkan waktu dengan bergabung dalam kegiatan Qira’atil Qur’an.

Pentingnya Peran Orang Tua

Pemateri utama, Susi Alifah membawakan refleksi mendalam bagi para orang tua melalui pertanyaan, “Sudahkah kita menjadi orang tua yang membuat anak kita mencintai Al-Qur’an?”

Menurutnya, orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak di usia emas (golden age). Harapannya, Al-Qur’an tidak sekadar menjadi bacaan di bibir, melainkan menjadi cahaya penuntun dalam setiap pilihan hidup mereka.

Dia mengatakan, bahwa buku “Mencetak Hafidz Cilik” menceritakan seorang ayah atau keluarga dalam mengajarkan Al Qur’an kepada anak-anak. “Buku ini layak menjadi contoh. Walaupun perlu diingat bahwa setiap anak dan orang tua memiliki kondisi dan kemampuan yang berbeda,” katanya.

Sedangkan buku “Balitaku Khatam Al Quran” menekankan Hadis Riwayat Ad Dailamy dari Imam Ali bahwa ada tiga perkara dalam mendidik anak, yaitu cinta kepada nabi, cinta pada ahlul bait, serta cinta membaca Al-Quran.

“Mengajarkan Al-Quran pada anak tidak cukup sampai anak bisa membacanya. Tetapi, mengajarkan Al-Quran yang paripurna adalah bagaimana membimbingnya untuk mencintai Al Quran,” ujar Susi.

Dia berharap, melalui kegiatan bedah buku ini, TPQ Darussalam Demak dan PCA Demak dapat terus menguatkan komitmen bersama para orang tua dalam mendidik generasi penerus yang mencintai, menghafal, serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Pengalaman Penuh Inspirasi dari Hafidzhah Muda

Suasana semakin menginspirasi saat Ananda Isma Khafidhoh, seorang hafidzhah muda, membagikan pengalamannya dalam menghafal Al-Qur’an.

Ia menceritakan tantangan dan kedisiplinan yang harus ia jalani, termasuk kedisiplinan target hafalan. Isma membagikan tips bahwa menghafal Al-Qur’an dapat diintegrasikan dengan aktivitas sehari-hari, salah satunya dengan konsisten mendengarkan murottal.

Ia juga membagikan kisah inspiratif tentang seorang ibu yang konsisten menghafal Al-Qur’an sejak masa kehamilan hingga anaknya berusia dua tahun, yang dengan izin Allah membentuk kedekatan sang anak dengan Al-Qur’an sejak dini. (Hening)

Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.

Sumber asli: suara aisyiyah • Kunjungi Tautan Asli →

Bagikan Berita Ini:

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...