Rektor Unisa Yogyakarta, Warsiti saat menyampaikan sambutan pada Wisuda Periode Ke-27 tahun 2026 (Suara ‘Aisyiyah.id)

Yogyakarta, Suara ‘Aisyiyah – Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menyelenggarakan Wisuda Periode ke-27 di Convention Hall Masjid Walidah Dahlan pada Rabu, (30/9/2026) dan Kamis, (1/10/2026).

Tercatat ada 928 lulusan pada periode ini, sehingga pelaksanaan wisudanya digelar dalam dua gelombang. Pada gelombang pertama, sebanyak 466 mahasiswa wisuda pada Rabu, (30/9/2026). Sementara 462 lainnya wisuda pada Kamis, (1/10/2026).

Dalam sambutannya, Rektor Unisa Yogyakarta, Warsiti, menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada seluruh wisudawan atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan.

Ia menegaskan, bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang penuh dengan perjuangan, tantangan, kesedihan, kebahagiaan, serta dukungan dari orang tua dan keluarga.

“Atas nama seluruh keluarga besar dan seluruh pimpinan, kami mengucapkan selamat dan sukses atas keberhasilan kalian menyelesaikan studi di Kampus Unisa Yogyakarta. Sehingga akhirnya kalian dinyatakan lulus dan wisuda,” ungkap Warsiti.

Dia juga memberikan apresiasi kepada para orang tua dan wali mahasiswa yang telah memberikan dukungan selama proses pendidikan. Dalam laporan wisuda, ia menyebutkan, bahwa secara keseluruhan terdapat 928 lulusan dan sebanyak 83,94 persen meraih predikat Cumlaude.

Rincian tersebut meliputi; program pascasarjana IPK tertinggi mencapai 4,00, dengan IPK rata-rata 3,92. Sementara itu, program sarjana dan sarjana terapan memiliki IPK rata-rata 3,72 dengan IPK tertinggi 3,99. Untuk program diploma, IPK tertinggi mencapai 3,72, sedangkan IPK rata-ratanya 3,66.

“Hal ini sekaligus menjadi bentuk pertanggungjawaban kami kepada para orang tua dan wali mahasiswa atas amanah yang telah diberikan kepada universitas,” katanya.

Bekali Lulusan dengan Akademik dan Kompetensi Tambahan

Warsiti menambahkan, bahwa selama ini, Unisa Yogyakarta telah melakukan pengembangan-pengembangan fasilitas kampus. Hal ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, serta mendukung pelaksanaan catur dharma perguruan tinggi.

Selain itu, Unisa Yogyakarta juga telah memberikan bekal kepada para lulusan, baik bekal akademik maupun kompetensi tambahan. Salah satu contohnya adalah program sertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang terstandar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Warsiti berharap, sertifikasi tersebut dapat menjadi bekal tambahan bagi lulusan ketika memasuki dunia kerja dan industri sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.

Rektor juga mengapresiasi berbagai prestasi akademik dan non akademik yang telah mahasiswa torehkan. Menurutnya, prestasi yang ditampilkan dalam prosesi wisuda hanya sebagian kecil dari berbagai capaian mahasiswa selama menempuh pendidikan. “Kalau semuanya kita tampilkan, mungkin ruangan ini tidak akan cukup,” ujarnya.

Sebagai perkembangan terbaru, lanjutnya, Unisa Yogyakarta juga saat ini telah mengelola Fakultas Kedokteran, serta mengembangkan program pendidikan pascasarjana dan profesi. Di antaranya program pascasarjana kebidanan, keperawatan, dan fisioterapi, serta program profesi tertentu.

“Maka kami siap untuk menerima kepercayaan Bapak dan Ibu semua untuk mengantarkan putra-putri bapak dan ibu ke jenjang studi selanjutnya,” kata Warsiti.

Kepada wisudawan dan wisudawati, Rektor berpesan, agar keberhasilan saat ini akan menjadi momentum penting untuk terus mengasah kompetensi. “Belajarlah di mana saja dan belajar sepanjang hayat. Jangan pernah takut menghadapi perubahan, tapi juga jangan kehilangan arah menghadapi perubahan. Jadilah lulusan yang memberikan manfaat bagi manusia, bangsa, dan kemanusiaan,” pungkasnya. (Waskitho Damaringtyas)-Nely

Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.

Sumber asli: suara aisyiyah • Kunjungi Tautan Asli →

Bagikan Berita Ini:

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...