UNISMUH.AC.ID, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menyiapkan tiga fakultas untuk menerima adjunct professor internasional pada November hingga Desember 2026. Kehadiran profesor tersebut diarahkan untuk memperkuat pengajaran, pembimbingan mahasiswa, kolaborasi penulisan, hingga publikasi pada jurnal internasional bereputasi.

Tiga fakultas yang akan menerima adjunct professor yakni Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Persiapan program tersebut dibahas dalam rapat koordinasi pimpinan Unismuh Makassar di Ruang Rapat Senat, Lantai 17 Gedung Iqra, Kamis, 1 Oktober 2026.

Rapat dipimpin Rektor Unismuh Makassar Dr Ir H Abd Rakhim Nanda, ST, MT, IPU, dan dihadiri Wakil Rektor I Prof Andi Sukri Syamsuri, Dekan FEB Dr Edy Jusriadi, dan Dekan FKIP Dr Baharullah.

Hadir pula Ketua Lembaga Penerimaan Mahasiswa Baru Dr Muhammad Akhir, Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Prof Sulfasyah, Ketua Lembaga Kerja Sama dan Urusan Internasional Dr Maharida, para Wakil Dekan, serta Kepala Humas Unismuh Makassar.

Ketua Lembaga Kerja Sama dan Urusan Internasional (LKUI) Unismuh Makassar, Dr Maharida, menjelaskan bahwa jadwal kedatangan adjunct professor telah disiapkan untuk masing-masing fakultas.

Berdasarkan agenda yang dipaparkan dalam rapat, FKIK dijadwalkan menerima adjunct professor pada 16–22 Desember 2026, sedangkan FEB pada 21–27 November 2026. Sementara program di FKIP dijadwalkan pada 18 Desember 2026.

Menurut Maharida, program tersebut akan dilaksanakan secara luring di Makassar. Kehadiran profesor internasional tidak dirancang sekadar sebagai kunjungan akademik, tetapi diarahkan menghasilkan kegiatan konkret bersama dosen dan mahasiswa Unismuh.

Setidaknya terdapat empat agenda utama yang disiapkan. Pertama, adjunct professor akan dilibatkan sebagai penguji atau pembimbing eksternal bagi mahasiswa sesuai bidang keahliannya.

Kedua, mereka akan mengajar berpasangan dengan dosen lokal. Skema tersebut memungkinkan terjadinya transfer pengetahuan sekaligus membuka ruang kolaborasi akademik antara profesor internasional dengan dosen Unismuh.

“Mereka bisa menjadi penguji atau pembimbing eksternal. Kemudian teaching atau mengajar berpasangan dengan dosen lokal,” ujar Maharida.

Ketiga, program ini diarahkan menghasilkan penulisan bersama dalam kelompok kecil hingga terbit minimal satu judul. Dengan demikian, kolaborasi tidak berhenti ketika profesor menyelesaikan agenda luring di Makassar.

Keempat, kolaborasi tersebut ditargetkan meningkatkan kuantitas dan kualitas publikasi pada jurnal internasional bereputasi atas nama institusi yang mengundang.

“Yang ketiga, penulisan bersama dalam kelompok kecil hingga terbit minimal satu judul. Yang keempat, meningkatkan kuantitas dan kualitas publikasi jurnal internasional,” jelas Maharida.

LKUI selanjutnya akan berkoordinasi secara khusus dengan FKIK, FEB, dan FKIP untuk mematangkan kegiatan masing-masing adjunct professor, termasuk menentukan dosen pendamping, aktivitas pembelajaran, mahasiswa yang dapat dilibatkan, serta agenda penulisan bersama.

Maharida juga membuka ruang bagi fakultas untuk mengusulkan kegiatan akademik tambahan selama profesor internasional berada di Unismuh.

“Kalaupun ada saran kegiatan lain yang ingin dilakukan bersama adjunct professor, mohon diinformasikan kepada kami,” ujarnya.

Program adjunct professor menjadi bagian dari penguatan internasionalisasi Unismuh Makassar. Melalui skema tersebut, kerja sama internasional diarahkan menghasilkan keluaran akademik yang terukur, mulai dari pembelajaran bersama, pembimbingan dan pengujian mahasiswa, kolaborasi penulisan, hingga peningkatan publikasi internasional bereputasi.

0
Facebook

  • 0
    Whatsapp


  • 0
    Telegram



  • Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.

    Sumber asli: UNISMUH Makassar • Kunjungi Tautan Asli →

    Bagikan Berita Ini:

    Komentar & Diskusi Pembaca

    Memuat tanggapan pembaca...