ums.ac.id, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)  memperkuat pengelolaan urban farming masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UMS memperkenalkan SIKEPANG v1.0 (Sistem Informasi Keuangan Kebun Pangan) kepada kelompok ibu-ibu PKK “Rukun Makmur” Kampung Kaloran, RW 08, Kelurahan Gayamprit, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten.

Pengenalan SIKEPANG dilakukan melalui pelatihan manajemen keuangan hasil panen. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Pemberdayaan Masyarakat melalui Urban Farming Berbasis IoT sebagai Penguatan Ketahanan Pangan Kelompok Ibu-ibu Rukun Makmur Gayamprit Klaten.

Ketua Tim PkM UMS, Muhammad Luthfi Hidayat, Ph.D., menjelaskan SIKEPANG dirancang untuk membantu kelompok masyarakat mengelola aspek keuangan kebun secara lebih terstruktur. Pelatihan diikuti 15 pengurus kebun urban farming PKK Rukun Makmur.

“SIKEPANG dirancang agar pengelolaan kebun tidak berhenti pada kegiatan menanam dan memanen. Setiap pemasukan, pengeluaran, biaya produksi, hingga hasil usaha perlu dicatat dan dianalisis,” jelasnya, Senin, (21/9/2026).

SIKEPANG dikembangkan oleh tim PkM UMS melalui hibah Program Pemberdayaan Masyarakat DPPM Kemdiktisaintek 2026. Tim pengembang terdiri atas Muhammad Luthfi Hidayat, Ph.D., Dr. Doan Perdana, S.T., M.T., dan Azizah Fathma, M.A. Saat ini, SIKEPANG v1.0 sedang dalam proses pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Azizah Fathma, M.A., dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah UMS, memberikan materi mengenai tata kelola keuangan hasil panen dan manajemen keuangan berkelanjutan. Kegiatan juga didampingi dua mahasiswa UMS dari FKIP dan Fakultas Agama Islam.

Melalui pelatihan tersebut, peserta belajar mencatat hasil panen, mengelola arus kas, menyusun perencanaan keuangan, menghitung biaya produksi, hingga mengevaluasi keuntungan kebun.

SIKEPANG dapat digunakan secara offline melalui Microsoft Excel atau LibreOffice maupun secara online menggunakan Google Sheets. Aplikasi tersebut dilengkapi fitur pencatatan investasi, hasil panen, pemasukan, pengeluaran, tenaga kerja, harga pokok produksi, laporan laba rugi, analisis titik impas, hingga dashboard kinerja kebun.

Dengan fitur tersebut, kelompok dapat memperoleh gambaran mengenai biaya operasional, keuntungan, serta komoditas yang berpotensi untuk dikembangkan.

Pelatihan SIKEPANG merupakan rangkaian keempat dari program PkM UMS. Sebelumnya, tim telah memberikan pelatihan urban farming dan pemuliaan tanaman, pengenalan sistem Internet of Things (IoT), serta pelatihan penyiraman otomatis.

Dalam rangka mendukung keberlanjutan program, tim PkM UMS juga menyerahkan pompa air jet pump otomatis, perangkat IoT, bibit tanaman, pupuk, serta perlengkapan berkebun kepada kelompok.

Pendampingan tersebut mendorong warga memanfaatkan dua lahan kurang produktif dengan luas sekitar 90 meter persegi dan 20 meter persegi menjadi kebun pangan produktif.

Kebun urban farming tersebut telah menghasilkan sejumlah komoditas, seperti bayam, sawi pakcoy, buncis, tomat, cabai, dan kangkung. Kelompok juga mengembangkan pupuk kompos, budi daya lele dalam galon, serta ruang persemaian.

Sementara itu, teknologi IoT dimanfaatkan untuk mendukung sistem penyiraman otomatis sekaligus memantau kondisi suhu, kelembapan, dan pH tanah.

Ketua PKK Rukun Makmur, Eni Aprianti, mengapresiasi pendampingan yang diberikan oleh tim PkM UMS. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat bagi kelompok, baik dalam memenuhi kebutuhan pangan maupun mengembangkan aktivitas produktif masyarakat.

Peserta berharap program pendampingan dapat terus dilanjutkan sehingga pengelolaan kebun semakin berkembang, memberikan tambahan pemasukan bagi kelompok, serta memperkuat kerukunan warga dari tiga RT.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama, penyerahan SIKEPANG v1.0 kepada kelompok PKK Rukun Makmur, serta penyalaan simbolis sistem irigasi jarak jauh menggunakan telepon pintar.

Melalui SIKEPANG yang digelar pada Sabtu (12/9/2026) tersebut, tim PkM UMS mendorong pengelolaan urban farming tidak hanya berorientasi pada produksi pangan, tetapi juga pada pencatatan dan pengelolaan usaha yang lebih terukur. Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan teknologi digital, pemberdayaan perempuan, dan penguatan ketahanan pangan masyarakat. (Fika/Humas)

Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.

Sumber asli: UMS • Kunjungi Tautan Asli →

Bagikan Berita Ini:

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...