Pengajian Rutin bulanan Jumat ke-3 PRA Langkap mengulas persoalan ekonomi (Suara ‘Aisyiyah.id)

Brebes, Suara ‘Aisyiyah – Jangan sampai karena masalah ekonomi, menjadikan kita lupa terhadap Allah SWT. Justru kita harus senantiasa membiasakan untuk taqarrub (mendekat kepada Allah.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua 2 Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Brebes, Siti Bariroh, pada Pengajian Rutin bulanan Jumat ke-3 yang digelar Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) Langkap, Bumiayu, Jawa Tengah, (18/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 12.30 WIB hingga pukul 15.15 WIB ini bertempat di TK ABA Langkap. Peserta merupakan unsur pimpinan, guru TK ABA, ustazah TPQ, wali murid, dan simpatisan ‘Aisyiyah Langkap.

Dalam materinya, Siti Bariroh mengutip Qur’an Surat Ar-Ruum ayat 30. “Maka hadapkan wajahmu kepada agama yang lurus (Islam), sesuai fitrah Allah. Disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu, tidak ada perubahan pada ciptaan Allah (itulaah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

Menurutnya, ayat tersebut mengingatkan kepada kita agar jangan sampai karena masalah ekonomi, menjadikan kita lupa terhadap Allah SWT.

“Justru kita harus senantiasa membiasakan untuk lebih dekat dengan Allah, menjaga salat lima waktu berjamaah, membiasakan membaca Al-Quran, dan mentadaburinya,” ucap Bariroh.

Selain itu, harus memperbanyak zikir (mengingat Allah dengan kalimat-kalimat tayibah). Termasuk menjaga lisan dari ghibah, fitnah, dan perkataan yang menyakiti, serta menjadi teladan dalam akhlak, kejujuran dan kepedulian terhadap sesama.

Berharap pada Allah, Masalah Akan Terselesaikan

Sebelumnya, Ketua PRA Langkap, Eni Ma’rifah juga menyampaikan pesan serupa. Menurutnya, kondisi jamaah akhir-akhir ini semakin lesu dalam mengikuti kegiatan, karena faktor ekonomi yang menghimpit.

“Walaupun kondisi ekonomi masyarakat sedang tidak stabil. Tetapi kalau kita senantiasa mensyukuri apa yang telah Allah beri, insya Allah kita akan mendapatkan kemudahan,” katanya.

Ia pun mengutip QS. Ibrahim ayat 7 yang artinya: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”

Eni Ma’rifah mengajak seluruh anggota ‘Aisyiyah untuk saling bekerjasama dalam kebaikan, baik dalam suka maupun duka.

“Maka dengan pertemuan ini, tentu kita bisa sedikit mengurangi beban yang kita hadapi. Maka marilah kita tetap semangat. Bahwa dengan mengharap rida Allah SWT, segala masalah pasti akan terselesaikan,” ucapnya.

Berbagi Produk Pertanian

Sementara itu, Bendahara PRA Langkap, Rohmah melaporkan, bahwa hasil infak rutin dari para anggota membuat kegiatan persyarikatan tetap bisa berjalan lancar.

Sehingga dalam kegiatan ini, panitia bisa memberikan santunan untuk 15 duafa. Termasuk jamaah juga mendapatkan sayuran, tempe, serta makanan ringan hasil karya warga.

“Yaitu ada opak dan kripik gadung. Mudah-mudahan ini bisa kita nikmati, produk ibu-ibu ‘Aisyiyah,” ucapnya.

Dia menambahkan, bahwa hasil karya ini biasanya juga dipasarkan di luar desa. Termasuk dalam Pengajian Cabang Muhammadiyah Bumiayu setiap Jumat kliwon. Sehingga bisa menambah pendapatan ibu-ibu ‘Aisyiyah Ranting Langkap.

Mayoritas warga Langkap memang petani. Sehingga di saat musim kemarau dan hampir 4 bulan tidak ada hujan, mereka menanam ketela pohon dan gadung. Dari hasil pertanian ini, membuat mereka tetap optimis, dan tetap bersemangat untuk mengikuti pengajian.

Terlihat ada kurang lebih 75 peserta yang mengikuti kegiatan ini. Membuat 2 ruangan TK ABA tampak penuh, bahkan ada yang di teras, karena ruangan tidak mencukupi.

Walaupun berlangsung di tengah terik siang hari, namun ibu-ibu tampak antusias mengikuti pengajian. Semangat yang luar biasa dengan wajah yang ceria ini menambah semangat bagi panitia.

Pengajian ditutup dengan istighfar dan doa kafarotul majelis. Walaupun cuaca sangat terik, mereka tetap berkomitmen dan sungguh-sungguh mengkuti kegiatan persyarikatan. (Siti Bariroh)-Nely

Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.

Sumber asli: suara aisyiyah • Kunjungi Tautan Asli →

Bagikan Berita Ini:

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...