PANGKALPINANG – Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel) mengawali Tahun Akademik 2026/2027 dengan menghadirkan dua narasumber dari bidang akademik dan legislatif dalam Kuliah Perdana bagi mahasiswa baru. Mengusung tema “Mahasiswa Berkemajuan di Era AI: Inovasi Teknologi, Ketahanan Energi, dan Masa Depan Berkelanjutan”, kegiatan berlangsung di Auditorium Sofyan Tsauri, Senin (21/9/2026).
Kuliah Perdana tersebut menghadirkan Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D., Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII), serta Dr. Bambang Patijaya, S.E., M.M., (BPJ), Ketua Komisi XII DPR RI yang merupakan perwakilan daerah pemilihan Kepulauan Bangka Belitung.
Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Dr. Ir. Fadillah Sabri, S.T., M.Eng., IPM., saat membuka kegiatan secara resmi mengatakan, kehadiran kedua narasumber tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengalaman yang dapat dipetik oleh mahasiswa baru.

“hari ini sengaja kita mendatangkan dua narasumber. Yang pertama Prof. Fathul, sosok penuh dedikasi memberikan banyak perubahan pada negeri ini. Pernah menjadi Rektor UII selama dua periode. Beliau datang dari kota pelajar, Yogyakarta, membawa pesan yang banyak. Beliau merupakan Guru Besar di bidang Ilmu Komputer, insyaallah ilmunya akan membumi, dan itulah ciri cendekiawan muslim. Beliau juga aktivis Muhammadiyah,” ucap Fadillah.
Ia melanjutkan, narasumber kedua merupakan wakil rakyat yang akan memberikan perspektif mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan daerah.
“Narsum kita yang kedua yakni seorang wakil rakyat, yang akan memberikan materi tentang kedisinian daerah kita. Ambillah mutiara-mutiara dari dua narasumber ini. Sangat rugi ketika ada orang yang memiliki kemampuan ilmu, tapi kita tidak mampu mengambil hikmahnya.”
“Kampus kita menjunjung tinggi keilmuan dan kepakaran,” tegasnya.

Pada sesi pertama, Prof. Fathul Wahid menyampaikan materi bertajuk “Menggunakan Akal Imitasi (AI) untuk Mendorong Inovasi Teknologi Pendekatan Pemikiran Desain”. Materi tersebut dimoderatori oleh dosen Program Studi Ilmu Komputer, Zikri Wahyuzi, S.T., M.Kom.
Dalam paparannya, Prof. Fathul mengajak mahasiswa memahami AI secara proporsional, termasuk mengetahui kapan teknologi tersebut dapat digunakan dan kapan penggunaannya perlu dibatasi. Ia menganalogikan penggunaan AI dengan penggunaan kalkulator oleh siswa sekolah dasar dan orang dewasa untuk menggambarkan pentingnya kompetensi dan konteks dalam menggunakan teknologi.
“Menggunakan AI itu adalah kapan kita boleh menggunakannya, dan kapan kita tidak boleh menggunakannya. Boleh menggunakan AI jika kita punya kompetensi dan paham menggunakan hasil AI. AI itu bukan musuh kita, tapi AI bisa membantu kalau kita tahu caranya,” ucap Prof. Fathul.
BACA JUGA
Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam pembekalan mahasiswa baru agar tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memahami, mengkritisi, dan memanfaatkan AI secara bertanggung jawab untuk mendukung proses belajar maupun pengembangan inovasi.

Sementara itu, sesi kedua menghadirkan Dr. Bambang Patijaya, S.E., M.M., yang menyampaikan materi bertajuk “Transisi Energi untuk Ketahanan Energi Indonesia”. Sesi tersebut dimoderatori oleh Said Akmad Maulana, Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Bambang Patijaya mengatakan, topik transisi energi merupakan pembahasan yang relatif baru, khususnya bagi mahasiswa baru. Menurutnya, pembahasan tersebut dapat menjadi wawasan tambahan bagi mahasiswa dalam memahami tantangan energi yang dihadapi Indonesia dan dunia.
“Ini sebetulnya merupakan tema baru, namun bagi mahasiswa baru kita ini bisa menaikkan level ilmu dan wawasannya tentang transisi energi ini,” kata Bambang.
Ia menjelaskan, Indonesia memiliki ketahanan energi yang cukup baik. Namun, di sisi lain, dunia tengah menghadapi persoalan besar terkait emisi karbon yang berkontribusi terhadap peningkatan suhu bumi.

“Indonesia memiliki ketahanan energi yang bagus, namun dunia saat ini juga punya masalah besar yaitu emisi karbon yang menyebabkan suhu bumi meningkat. Ini adalah permasalahan global,” ujarnya.
Bambang Patijaya, yang kerap disapa BPJ, kemudian memaparkan berbagai persoalan terkait transisi energi secara menyeluruh kepada mahasiswa. Pembahasan tersebut mencakup tantangan yang dihadapi dalam mendorong transisi energi sekaligus pentingnya memahami isu energi sebagai bagian dari agenda masa depan yang berkelanjutan.
Melalui Kuliah Perdana ini, Unmuh Babel tidak hanya memperkenalkan lingkungan akademik kepada mahasiswa baru, tetapi juga membuka ruang bagi mereka untuk memperoleh perspektif dari akademisi dan praktisi kebijakan. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya kampus membekali mahasiswa agar mampu membaca perkembangan teknologi, memahami tantangan daerah, serta menyiapkan diri menghadapi masa depan yang terus berubah. (MJ)

Ayo kuliah di UnMuh BaBel kampus yang Berkemajuan dan Mencerahkan”, Info lengkap hubungi WA Admin (0812 – 7493 – 1707) Website pmb : pmb.unmuhbabel.ac.id IG : https://instagram.com/unmuh_babel FB : https://www.facebook.com/unmuh.bangkabelitung Youtube : Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
The post Kuliah Perdana Unmuh Babel Hadirkan Prof. Fathul Wahid & Bambang Patijaya Bahas AI, Energi, dan Masa Depan Berkelanjutan first appeared on UNMUH BABEL.
Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.
Sumber asli: UNMUH BABEL (Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung) • Kunjungi Tautan Asli →
Komentar & Diskusi Pembaca