Semarang | Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) kembali mendorong penguatan internasionalisasi pendidikan melalui program student mobility. Sebanyak 11 mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) UNIMUS dilepas Rektor UNIMUS untuk mengikuti program mobility selama satu pekan di Management and Science University is a private university in Malaysia, Senin (21 September 2026)

Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran mahasiswa pada blok ke-20. Selama berada di MSU Malaysia, mahasiswa tidak hanya mengikuti pembelajaran lapangan, tetapi juga dijadwalkan melakukan kunjungan ke rumah sakit dan klinik serta mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas pengalaman akademik dan mengenal praktik pendidikan serta layanan kesehatan di lingkungan internasional. Tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran, program tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang kolaborasi antarlembaga. UNIMUS mendorong adanya joint collaboration, termasuk inisiasi joint research yang dapat melibatkan dosen maupun mahasiswa dari kedua institusi.

Wakil Rektor IV UNIMUS Muhammad Yusuf, SSTP., M.Si., Ph.D.,  menyampaikan bahwa program student mobility merupakan bagian dari komitmen universitas dalam memperkuat program internasionalisasi. Komitmen tersebut sebelumnya telah dibahas dalam rapat kerja tahunan. Rektor bersama para Wakil Rektor menyepakati pentingnya setiap program studi memiliki program student mobility sebagai bagian dari penguatan jejaring internasional.

“Dalam rapat kerja tahunan sudah disepakati bahwa harus ada student mobility. Bahkan kami mendorong masing-masing program studi untuk melaksanakan international mobility,” ujarnya.

Menurutnya, semakin banyak program internasional yang dijalankan akan memperluas pengalaman mahasiswa sekaligus memperkuat jejaring akademik UNIMUS dengan perguruan tinggi dan institusi di luar negeri. Program tersebut juga diharapkan turut mendukung peningkatan reputasi dan pemeringkatan global UNIMUS. Mobilitas mahasiswa, kolaborasi internasional, hingga peluang penelitian bersama menjadi bagian yang dapat memperkuat indikator internasionalisasi perguruan tinggi.

“Harapannya, ini dapat melengkapi sekaligus memenuhi target yang telah ditetapkan universitas,” katanya.

Melalui program student mobility tersebut, UNIMUS tidak hanya memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar negeri, tetapi juga membangun fondasi kerja sama yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Loading

Pemberitahuan Redaksi: Artikel ini dihimpun melalui jejaring informasi sindikasi media.

Sumber asli: UNIMUS • Kunjungi Tautan Asli →

Bagikan Berita Ini:

Komentar & Diskusi Pembaca

Memuat tanggapan pembaca...